Portofolio Online untuk Pelamar Kerja: Apa yang Perlu Ditampilkan
Panduan membuat portofolio profesional untuk developer, desainer, dan role kreatif — section wajib, contoh proyek, dan cara link ke CV.
Untuk role berbasis hasil kerja — coding, desain, konten, marketing — portofolio sering lebih meyakinkan daripada daftar skill panjang. Portofolio yang baik fokus pada 3–6 proyek terbaik dengan konteks masalah, peran kamu, dan hasil.
Section wajib portofolio profesional
- Profil singkat + foto/avatar profesional (opsional)
- Daftar skill dikelompokkan (tools, bahasa, domain)
- Proyek unggulan: judul, deskripsi, tech stack, link demo/repo
- Kontak + LinkedIn/GitHub/email
- Bahasa Indonesia atau Inggris — konsisten
Cara menulis deskripsi proyek
Gunakan format: Masalah → Solusi → Peran kamu → Hasil. Contoh: "Toko UMKM kesulitan tracking stok manual. Saya buat aplikasi web inventori dengan React dan Firebase. Mengurangi waktu input harian dari 2 jam menjadi 30 menit (uji 2 minggu)."
Hubungkan portofolio dengan CV
Cantumkan satu baris link portofolio di header CV. Di portofolio, sebut posisi yang kamu incar. Impor data dari CV ke portofolio menghemat waktu dan menjaga konsistensi nama, skill, dan kontak.
Pertanyaan umum
Portofolio wajib untuk semua profesi?
Tidak. Paling penting untuk tech, desain, kreatif, dan role berbasis project. Untuk admin, ops, atau support, CV kuat + sertifikasi sering sudah cukup.
Boleh pakai project kuliah di portofolio?
Ya, terutama fresh graduate. Jelaskan scope, stack, dan apa yang kamu pelajari. Jujur tentang team project vs solo.